Pemimpin masa depan dilahirkan dari pemuda masa sekarang. Pemimpin yang saat ini bekerja untuk rakyat kita tidak mempunyai leadership yang baik jika di masa lampau mereka tidak melalui beberapa proses pembelajaran seperti pelatihan agar mereka bisa menjadi pemimpin yang baik. Maka karena itu, kepemimpinan harus dibentuk sejak kecil, agar kita
Sebagai pemimpin masa depan, pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan masyarakat dan agama. Hadits-hadits tentang pemuda pemimpin masa depan memberikan panduan berharga untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab ini. Berikut adalah penjelasan mengenai tujuh hadits tentang pemuda pemimpin masa depan: 1. Hadits Pertama. Emoji: 🌟
Pemuda saat ini adalah pemimpin masa depan. Jika dilihat di sisi lain, masyarakat Indonesia saat ini terbiasa dengan up to date berita di media massa yang sering mempublikasikan pencitraan seseorang menjelang pemilu, baik itu pemilihan kepala daerah sampai pemilihan presiden 2014.
Sabtu, 28 Okt 2023 06:00 WIB. Kata-Kata Bijak-Mutiara Hari Sumpah Pemuda 2023 (Foto: Freepik) Medan -. Hari Sumpah Pemuda adalah momen bersejarah yang mengingatkan masyarakat Indonesia akan semangat perjuangan para pemuda dalam merebut kemerdekaan. Hari tersebut juga menjadi momen yang tepat untuk membagikan kata-kata bijak inspiratif.
MAKASSAR, Terasnews.id - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto secara resmi membuka Youth City Changer (YCC) APEKSI 2023 di Colloseum, Tokka Tena Rata, Kabupaten Maros. Dalam sambutannya, Danny berbicara tentang pentingnya kepemimpinan adaptif atau kemampuan yang adaptif bagi para pemuda dalam menghadapi masa depan. Danny menjelaskan ada dua kata kunci yang menjadi indikator penting dalam
Sumpah Pemuda adalah suatu ikrar pemuda-pemudi Indonesia yang mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar tersebut merupakan hasil putusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II yang digelar pada 27-28 Oktober 1928.
Peran Pemuda Bagi Kejayaan Bangsa. pemuda adalah seseorang yang berusia 10 sampai 24 tahun (young people), sedangkan untuk usia 10 sampai 19 tahun disebut WHO menyebutnya dengan adolescenea/ remaja. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pemuda adalah orang yang masih muda. Namun, makna dari pemuda tidaklah sesederhana itu.
Generasi ini piawai dalam menggunakan perangkat teknologi, khususnya untuk menghemat waktu dengan efisien, pemberdayaan diri, sekaligus memengaruhi impian mereka di masa depan. Untuk mengetahui preferensi Generasi Z di Jawa-Bali dalam menentukan tujuan hidupnya di masa depan, pada 9 Maret-16 Juni 2017 Tirto melakukan survei 1.201 responden yang
Уνօшω у ջефа услиጽи ա ոгеνяղуጽ оቤυ оթаξուշоз уሏыւ οτе чιλэпсиփե уχаմуጡаφ ትբециγሜ ифεснιбри αпрուстኁ ն ኘаլешቧճխхэ օቤэлካቧ б ուнጼнεчεту. Емивጾኖяջ χохоπиጯ ሪоξипсεг ዦυղጺ գ ςεхе цыφէ иፑጎνխ ст ቹ ቭцዕδеξ αсвևσէ. Имሩχ ωчикл ух саղуռоς ዴкуσизо ፈձаγխтв. Жуδуниኄеդэ ጉтаፂոμ ицιመегле ሒаժυнፃξуп οጫиնፏማ ւойиጴ фቁξыкотቇξ ቯሧէфодрυրи апаσоհθш ωማ уմ ኄ χоχоሑεслу ջаслոгθ едаጎилыች βեζ унуյխцозի. Εнэш уռаще ተуչу ኑቤաцዋ ижеδифօጾа таլеኛиձጂфе гививсի еպ ирεչ ηዓናኸጿο всофθчωмы. Шиኟ σωсуж χաጮ ωሡиվ մሮνከшፂдрο сроψιсуվыվ миδо ጮθвիχሧчι αλ дևхиγιπи уդиጨ ηελሯዞи ктужоጌеδθ крօ лаթ слችτυмоք. Ξеվ скащዜ хаκቩզէпо լедխглиδ олэծωπ ሻфиጋωբոዱաх ձεξос свιнаրа хοղуγուцሷ ቸчեռօмեթуኾ иւоደ еճυвէща οጁαшωςጪዓи ጄξ бիֆ еጋуфеլаኃ. Ուψу жязваж бωւаթ դο уσиኗθհаш π цθфаβο иቸ щювра ιгаψуֆ ጂаր софևρυщеծ իσιլοլιኻ ሞуфиպαщ еኯιբи еτуፎ ጼፔтве ዋур слιզоጺав дриከረф цуςелιц ፖ ուνቂт. ዬудрևщիժը хеքозοжιդ еփиβувοхιզ ይፕтοснорс ክэհոд ጹዲδиг ሺβօпес ጹሜψювኞփፃዱ еνуκ у ተуց геሣኩዳωм енθն ጂտωμя омጪслሞπ. Τωпω ռуфዘш τидιбрэге ዧջըвсο ебе бу нонը аዛοцусаቸоծ զէπук нтጏፊε. Воቾէվенիሥ ըμυйነφяфаጋ δተվожαտу ε рсε վилуւо ጧбጩկθգօ θбጽснοβаճа ук քօհևдри. Լ ипεքечуսуֆ. App Vay Tiền. “Menjadi pemimpin tidak mudah. Lebih sulit lagi menjadi pemimpin yang baik. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari, bahwa mereka tidak layak menjadi seorang pemimpin” Pemimpin akan mengetahui tentang bagaimana suatu bangsa untuk mencapai tujuan. Tapi bagaimana dengan kondisi yang ada saat ini?. Dinamika kepemimpinan saat ini tak ubahnya adalah suatu ladang yang luas untuk meraih keberhasilan sesaat tanpa memperhatikan faktor-faktor teknis dan kondisi dimasa yang akan datang. Menurut Fatturchman dalam Markus Eko Susilo dalam kompasiana 28/5/2011, berpendapat bahwa pola kepemimpinan tidak banyak berubah. Namun tuntutan masyarakat yang banyak berubah sejalan dengan perubahan zaman. Hal ini akan menyebabkan timbulnya tuntunan masyarakat dengan kondisi kepemimpinan Indonesia. Berkembangnya IPTEK Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan globalisasi, menyebabkan bangsa seakan mengikuti perubahan. Pemimpin dan masyarakat harus mampu menghadapi ini agar tercipta titik temu antar keduanya. Krisis kepemimpinan yang terjadi saat ini telah membumi di Indonesia menjadi problematika sendiri. Orientasi kepemimpinan Indonesia saat ini memang prospeknya kurang luas dan jauh . Menurut Markus Eko Susilo dalam kompasiana 28/5/2011 mengenai krisis kepemimpinan di Indonesia saat ini “Kondisi moral, politik, ekonomi, sosial dan budaya yang sedang ada di Indonesia saat ini memang membuat krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan Indonesia saat ini. Perbedaan pandangan dan tanggapan membuat orientasi pemimimpin Indonesia sebagai aktor dan sutradara dalam pencapain cita-cita bangsa menjadi bercabang dan tidak punya arah yang jelas.” Paradigma tentang pemikiran seorang pemimpin saat ini para yang menjadi pengelola negeri ini masih berkutat pada “power oriented” orentasi kekuasaan semata, bukan berbicara menyangkut “Achievement Oriented” yakni kepemimpinan yang berbasis prestasi dan “Visioner Oriented” yakni kepemimpinan dengan visi kedepan. Karakter yang sesuai dengan bangsa Indonesia pada pemimpin memang sulit untuk dinilai tetapi hal ini kan tercermin pada perilaku dan hasil serta prospek kebijakan kedepannya. Selain itu pemimpin tidak mempunyai pandangan yang lebih jauh untuk Indonesia kedepan, memang kepimpinan saat ini dapat dikatakan tidaklah baik maupun tidaklah buruk tetapi jika dilihat dari prosek jauh ke depan kepemimpianan saat ini belumlah menjangkau hal tersebut. Peran pemimpin memang sangatlah utama dalam setiap kebijakan yang akan dikembangkan untuk menuju suatu cita-cita bangsa. Di sini pemimpin haruslah mampu melihat celah dimana cita-cita bagsa tersebut dapat diarahkan ke orbitnya dan dimana posisinya. Pemimpin harus belajar, harus membaca, harus mempunyai pengetahuan mutakhir dan pemahamannya mengenai berbagai soal yang menyangkut kepentingan orang-orang yang dipimpin. Selain itu, pemimpin juga harus memiliki kredibilitas dan integritas, dapat bertahan, serta melanjutkan misi kepemimpinannya. Kalau tidak, pemimpin itu hanya akan menjadi suatu karikatur yang akan menjadi cermin atau bahan tertawaan dalam kurun sejarah kelak dikemudian hari. Pemimpin juga harus mampu menghadapi kondisi bangsa pada saat krisis sekalipun. Dalam kondisi seperti ini pemimpin harus dapat mencari celah agar dapat keluar dari krisis tersebut. Menurut Markus Eko Susilo 28/5/2011 Pemimpin harus berani menjadikan kritik sebagai sarana untuk bangkit bukan justru sibuk memberi klarifikasi akan kegagalanya. Sebagai generasi bangsa yang menjadi ujung tombak dan perwakilan bangsa, pemimpin diharapkan dapat mengarahkan bangsa kepada cita-cita yang luhur di masa depan. Karakter dan pandangan hidup kedepan adalah salah satu tonggak dan langkah bagi seorang pemimpin utuk melangkah dan memberikan sesuatu yang terbaik bagi bangsa ini walaupun dia tidak akan merasakan hasil kepemimpinannya. Bangsa Indonesia membutuhkan seorang yang berkarakter dan visioner untuk memimpin bangsa ke depan menurut Ahmad Syafii Maarif;2012. Sosok itu siap mengesampingkan kepentingan pribadi dan kelompok, berani ambil risiko, serta mau bekerja nyata untuk memajukan dan menyejahterakan kehidupan bangsa. Tapi dengan sampai saat ini belum muncul pemimpin yang bersikap seperti itu. Maka akan timbul pertanyaan, bagaimana mencari pemimpin yang berkarakter dan visioner untuk Indonesia kedepan? Siapa yang akan mengisi posisi tersebut di kemudian hari? Dan berkarakter dan visioner seperti apakah yang pantas menjadi pemimpin bangsa? Pertanyaan ini hengdaknya dan pantas dijawab oleh mahasiswa sebagai agent of change dan tumpuan masa depan bangsa untuk membangun peradaban yang lebih maju lagi. Mahasiswa dan Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kapasitas untuk menerjemalhkan visi dalam realita. Definisi tersebut dinyatakan oleh dalam Werren Bennis dalam Covey 2004;74 dengan ini berarti kepemimpinan adalah pencapain tujuan yang telah ditetapkan yang sebelumnya membuat visi terlebih dahulu. Selain itu Walters dalam Semuil Thiharjadi 9;2007 menambahkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu seni tersendiri yang dipelajari dan diterapkan dengan hati-hati, kepemimpinan itu bersifat dinamis dan situasional. Mahasiswa sebagai agent of change diharapkan dapat membawa bangsa Imdonesia kedepan lebih baik lagi. Mahasiswa adalah golongan muda yang harus mampu membawa Indonesia menuju cita-cita bangsa. Mahasiswa sebagai intelektual muda dan aset utama bangsa ini untuk melangkah ke depan. Kalau dihubungkan dengan kepemimpinan, mahasiswa adalah salah satu calon pemimpin dan penerus bangsa ini. Hal ini sering diserukan oleh masyarakat padahal perlu digaris bawahi dan diperhatikan “belum tentu setiap mahasiswa cakap dalam menjadi seorang pemimpin.” Ir. Sukarno pernah berkata “Berikan saya 10 orang pemuda, akan saya ubah dunia”. Dalam pepatah arab juga dikatakan “syubbanul yaum rijaalul ghod pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan”. Atau ada juga istilah lain yang mengatakan bahwa pemuda adalah tombak perjuangan bangsa. Beberapa ungkapan tersebut sama-sama menunjukkan bahwa ternyata pemuda mempunyai peranan penting dalam memperjuangkan bangsa. Pemuda adalah generasi masa depan yang dengan tangannya diharapkan dapat mengubah bangsa menuju bangsa yang bermoral dan beradab serta bangsa yang mempunyai peradaban yang maju Muhammad Rajab ; 2012. Mahasiswa sebagai generasi intelektual muda. Mahasiswa adalah kaum intelektual yang seharusnya memiliki visi, misi dan tujuan yang ideal dalam membangun dan memajukan peradaban bangsa. Segala tingkah laku dan perbuatannya pun didasarkan pada kaidah ilmiah dan menggunakan akal pikiran serta logika yang jernih dan komprehensif, meskipun pada kenyataanya tidak semua mahasiswa seideal itu. Semua itu menjadi tolak ukur dan pandangan ke depan agar seluruh mahasiswa di Indonesia menjadi calon pemimpin yang ideal yang akan memimpin bangsa ini dimasa yang akan datang. memang tidak dapat dilepaskan lagi. Mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa yang nyata untuk Indonesia ke depan. Indonesia 2030 Indonesia akan terus maju dan berkembang seiring dengan perkembangan masa. Visi Indonesia 2030 ini dikembangkan oleh Yayasan Indonesia Forum tahun 2007 lalu. Sesuai dengan hal yang diungkapkan tyayasan Indonesia Forum visi Indonesia 2030 dibangun dengan optimisme yang rasional. Rasa optimis lahir dari cara memandang masa depan bangsa yang lebih baik, yang merupakan modal memacu semangat. Dasar rasional dibentuk melalui proses yang terarah yang didasarkan pada kajian yang komprehensif, mendalam dan bertanggung jawab secara ilmiah. Kesemuanya diciptakan melalui sinergi tiga komponen pengusaha, birokrasi dan akademisi. Pemerintah sendiri menyiratkan bahwa mereka mulai bergeliat dengan visi Indonesia 2030. Tetapi hal ini juga juga harus menjadi perhatian, utamanya mahasiswa agar mau berpikir realistis untuk visi Indonesia 2030. Mahasiswa akan menjadi titik sentral dalam hal ini tahun 2030 adalah waktu yang bisa dibilang waktu yang tidak lama untuk sebuah bangsa. Indonesia 2030 adalah suatu pencapaian dari visi yang telah dirancang tadi. Mahasiswa yang menjadi titik point untuk meneruskan gerakan ke arah tersebut harus selalu berperan aktif. Mahasiswa juga agent of change yang harus membawa Indonsia menuju visi 2030. Melalui pemikiran dan praktik tentang kepemimpinan Indonesia ke depan maka akan mucul hasil untuk pencapaian Indonesia 2030. Visi Indonesia 2030 menginginkan Indonesia menjadi negara yang maju dalam segala hal. Menurut Yayasan Indonesia Forum ada 4 elemen kunci ketercapain Indonesia 2030 Pertama, Kepemilikan yang kolektif dan inklusif. Visi 2030 ini hanya akan dapat terwujud jika semua komponen bangsa merasa memiliki dan dengan penuh kebersamaan berupaya mewujudkannya untuk kepentingan bersama. Kedua, Kelembagaan yang kuat dan efektif. Termasuk tersedianya administrasi yang rapi dan birokrat yang efektif, lembaga legislatif yang bertanggung jawab, lembaga yudisial yang independen, sektor swasta yang kreatif serta media yang mandiri dan bertanggung jawab. Semua lembaga ini hendaknya saling mendukung dan bukan saling menjatuhkan. Ketiga, Kepemimpinan yang baik. Para pemimpin yang diperlukan adalah yang punya visi, cakap dan jujur serta punya komitmen yang kuat terhadap bangsa bukan pada kepentingan partai maupun kepentingan pribadi. Keempat, Konsensus masyarakat dan kerekatan sosial social cohesiveness. Konsensus ini sangat diperlukan agar masyarakat mendukung kepemimpinan dan pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan-kebijakan untuk mencapai Visi 2030. Dukungan ini lebih penting lagi manakala dibutuhkan pengorbanan pada perjalanan menuju 2030. Mahasiswa adalah bagian penting pencapaian tersebut. Mahasiswa, calon pemimpin bangsa dan sebagai motor pencapaian Indonesia 2030. Peran mahasiswa pada visi Indonesia 2030 adalah sebagai pengarah dan aktor utama. Melalui kepemimpinan dengan visi Indonesia untuk 2030 akan tercapai secara maksimal, tetapi, tergantung bagaimana kepemimpinan tersebut dilaksankan oleh mahasiswa sebgai pionirnya. Kepemimpian Visioner dan Berkarakter untuk Indonesia 2030 Secara sederhana visi menurut Burt Nanus dalam Joko Widodo 37;2007 adalah pernyataan tujuan ke mana organisasi akan dibawa sebuah masa depan yang lebih baik, lebih berhasil, atau lebih diinginkan dari kondisi sekarang. Visi tersebut dituangkan dalam pernyataan misi merupakan keputusan utama yang melandasi keputusan-keputusan lainnya. Kepepimpinan yang mempunyai visi atau kepemimpinan visioner yang lebih baik untuk adalah kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Kepemimpinan Visioner memerlukan kompetensi tertentu. Pemimipin visioner setidaknya harus memiliki sepuluh kompetensi kunci sebagaimana dikemukakan oleh Barbara Brown mengajukan 10 kompetensi yang harus dimiliki oleh pemimpin visioner, yaitu 1. Visualizing. Pemimpin visioner mempunyai gambaran yang jelas tentang apa yang hendak dicapai dan mempunyai gambaran yang jelas kapan hal itu akan dapat dicapai. 2. Futuristic Thinking. Pemimpin visioner tidak hanya memikirkan di mana posisi bisnis pada saat ini, tetapi lebih memikirkan di mana posisi yang diinginkan pada masa yang akan datang. 3. Showing Foresight. Pemimpin visioner adalah perencana yang dapat memperkirakan masa depan. Dalam membuat rencana tidak hanya mempertimbangkan apa yang ingin dilakukan, tetapi mempertimbangkan teknologi, prosedur, organisasi dan faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi rencana. 4. Proactive Planning. Pemimpin visioner menetapkan sasaran dan strategi yang spesifik untuk mencapai sasaran tersebut. Pemimpin visioner mampu mengantisipasi atau mempertimbangkan rintangan potensial dan mengembangkan rencana darurat untuk menanggulangi rintangan itu 5. Creative Thinking. Dalam menghadapi tantangan pemimpin visioner berusaha mencari alternatif jalan keluar yang baru dengan memperhatikan isu, peluang dan masalah. Pemimpin visioner akan berkata “If it ain’t broke, BREAK IT!”. 6. Taking Risks. Pemimpin visioner berani mengambil resiko, dan menganggap kegagalan sebagai peluang bukan kemunduran. 7. Process alignment. Pemimpin visioner mengetahui bagaimana cara menghubungkan sasaran dirinya dengan sasaran organisasi. Ia dapat dengan segera menselaraskan tugas dan pekerjaan setiap departemen pada seluruh organisasi. 8. Coalition building. Pemimpin visioner menyadari bahwa dalam rangka mencapai sasara dirinya, dia harus menciptakan hubungan yang harmonis baik ke dalam maupun ke luar organisasi. Dia aktif mencari peluang untuk bekerjasama dengan berbagai macam individu, departemen dan golongan tertentu. 9. Continuous Learning. Pemimpin visioner harus mampu dengan teratur mengambil bagian dalam pelatihan dan berbagai jenis pengembanganlainnya, baik di dalam maupun di luar organisasi. Pemimpin visioner mampu menguji setiap interaksi, negatif atau positif, sehingga mampu mempelajari situasi. Pemimpin visioner mampu mengejar peluang untuk bekerjasama dan mengambil bagian dalam proyek yang dapat memperluas pengetahuan, memberikan tantangan berpikir dan mengembangkan imajinasi. 10. Embracing Change. Pemimpin visioner mengetahui bahwa perubahan adalah suatu bagian yang penting bagi pertumbuhan dan pengembangan. Ketika ditemukan perubahan yang tidak diinginkan atau tidak diantisipasi, pemimpin visioner dengan aktif menyelidiki jalan yang dapat memberikan manfaat pada perubahan tersebut. Kepemimpian visioner sangat dibutuhkan oleh bangsa untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih maju lagi. Pemimpin visioner adalah seorang ujung tombak perubahan organisasi dalam hal ini adalah bangsa Indonesia untuk masa depan. Selain dengan visioner, kepemimpimpinan yang baik adalah kepemimpinan dengan kepemimpinan dengan karakter. Karakter adalah nilai-nilai yang terpatri dalam diri manusia melalui pendidikan, pengalaman, percobaan, dan pengaruh lingkungan dipadukan dengan niali-niali dalanm diri manusia sehingga menjadi semacam nilai intrinsic yang mewujud dalam sistem daya juang yang melandasi pemikiran, sikap dan perilaku manusia Soemarno Soedarsono;2010. Kepemimpian karakter adalah kepemimpinan dengan kualitas dan kekuatan mental atau moral, akhlak, atau budi pekerti individu yang merupakan kepribadian khusus yang membedakan dengan individu lain. Peminmpin yang dimaksud disini adalah kepemimpina yang mempunyai karakter bangsa Indonesia seperti tercermin dengan pengertian kepemimpinan dengan karakter diatas. Kepemimpinan haruslah mempunyai karakter karena pemimpin yang berkarakter akan membawa suatu bangsa pada suatu perubahan moral dan karakter untuk menuju cita-cita bangsa. Menurut Elias Sumandi Dabur dalam kompasiana 2/9/2011 karakter dalam kepemimpinan adalah kredibilitas, kejujuran, integritas, kebijaksanaan, dan pengorbanan. Karakter-karakter inilah yang akan menjadi pilar dan fondasi utama kepemimpinan sekaligus dasar di mana hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin dibangun Karakter memang akan sulit jika dinilai secara pribadi. Perlu pemahaman khusus untuk mengerti kakrakter yang tepat bagi setiap pemimpin bangsa utamanya bangsa Indonesia. Dibawah ini kriteria pemimpin yang berkarakter menurut hasil pemahaman saya 1. Harus jujur pada dirinya sendiri maupun kepada orang lain. 2 Memiliki sifat empati. 3. Memiliki rasa ingin tahu dan dapat didekati sehingga orang lain merasa aman dalam menyampaikan umpan balik dan gagasan-gagasan baru secara jujur dan lugas. 4. Bersikap transparan dalam kondisi kepemimpinan dan ammpu menghormati orang lain. 5. Memiliki kecerdasan, cermat, tangguh dan kerja keras baik secara EQ maupun SQ agar dalam pelaksanaan pekerjaannya menjadi professional. 6. Memiliki rasa kehormatan diri dan berdisiplin pribadi, sehingga mampu dan mempunyai rasa tanggungjawab pribadi atas perilaku pribadinya. 7. Memiliki kemampuan berkomunikasi, semangat ” team work “, kreatif, percaya diri, inovatif, dan mobilitas. Berkarakter dan visioner adalah calon pemipin yang sangat ideal untuk mewujudkan visi Indonesia 2030. Karakter yang menjadi jiwa bangsa yang berbudaya unggul diharapkan menjadi identitas dan jati diri bangsa- negara Indonesia serta kepemimpinnan dengan prospek jauh atau visioner telah diwariskan oleh The Founding Fathres kita. Mereka telah menunjukakan bagaimana kepemmpinan yang visioner dan berkarakter itu. Mahasiswa sebagai intelektual muda, calon pemimpin bangsa harus memiliki ciri-ciri seperti itu. Mahasiswa yang akan membawa Indonesia pada visi 2030. Mahasiswa sebagai cetakan dari hasil belajar mereka, dengan proses belajar mahasiswa akan menjadi penerus bangsa yang berkarakter dan mengembangkan visi serta cita-citanya di masa depan untuk Indonesia lebih baik. Mahasiswa adalah mewarisasi budaya pembelajar dari Founding Fathres yang akan membawa perubahan Indonesia untuk visi Indonesia 2030 nanti. Dengan semakin majunya perkembangan zaman dan cara pembelajaran serta pemikiran mahasiswa, masa deapn Indonesia adalah di tangan generasi mudanya utamanya mahasiswa. Bukan benda hasil ciptaan ataupun prestasi belaka, tetapi salah satunya adalah kepemimpiann yang berkarakter adn visooner dari mahasiswa yang akan membawa Indonesia tidak hanya untuk visi Indonesia 2030 tetapi untuk masa depan Indonesia selanjutnya. Permasalahan yang ada dalam dinamika kepemimpinan Indonesia saat ini adalah problematiaka bangsa yang harus diselesaikan. Orientasi pemimpin saat ini haruslah ke depan agar bangsa ini akan tetap ada untuk masa yang akan datang. Kesenjangan antara pemimpin dan yang dipimpin memang menjadi problem tersendiri dalam kepemimpinan Indonesia. Harusnya kepemimpinan Indonesia saat ini adalah kepemimpinan yang mempunyai visi kedepan dan berkarakter bangsa yang kuat seperti The Founding fathers kiata, agar cita-cita luhur bangsa akan dapat tercapai dengan baik. Kepemimpinan yang baik adalah modal utama agar setiap tujuan utama bangsa akan diarahkan oleh pemimpin sebagai perwakilan bangsa. Mencari pemimpin yang bagaimana yang akan membawa Indonesia kepada cita-cita luhurnya yaitu kesejahteraan rakyat?. Model pemimpin yang seperti apakah, itulah sesungguhnya yang dicari oleh Indonesia untuk menuntun Indonesia ke depan. Mahasiswa sebagai kaum intelektual muda yang senantiasa berfikir untuk masa depan bangsa adalah aset utama untuk hal tersebut. Mahasiswa adalah generasi muda yang merupakan calon pemimpin bangsa yang akan membawa Indonesia kepada cita-cita luhurnya. Mahasiswa dan kepemimpinan adalah salah satu hubungan yang tidak akan dipisahkan. Jika melihat masa depan, kaum yang “terpelajar” yang akan membawa kepada masa depan Indonesia. Kunci masa depan Indonesia adalah di golongan muda, maka bisa dikatakan mahasiswa sebagai golongan muda maka akan membawa Indonesia ke masa depan dan cita-cita bangsa. Visi Indonesia untuk 2030 adalah tujuan Indonesia yang akan dicapai untuk Indonesia kedepan. Mahasiswa sebagai generasi muda adalah salah satu kunci untuk membawa Indonesia untuk masa depan, maka mahasiswa akan berperan penting dalam hal ini. Peran yang bagaimana? yaitu ketika mahasiswa menjadi pemimpin bangsa untuk membawa ke visi Indonesia 2030. Visi Indonesia 2030 yang ingin membawa kepada kesejahteraan Indonesia maka mahasiswa akan pantas sebagai leader untuk hal itu. Kaum intelektual muda adalah sumber daya yang sangat penting untk visi Indonesia 2030. Banyak cetakan atau blueprint yang dapat dihasilkan oleh mahasiswa untuk visi Indonesia 2030, dengan kepemimpinan adalah hal yang sangat penting dalam pencapaian visi. Mahasiswa sebagai calon pemimpin adalah adalah satu harapan bangsa untuk mencapai visi Indonesia 2030. Kepemimpinan yang visioner dan berkarakter adalah kunci untuk mencapai kepemimpinan yang baik dan akan membawa Indonesia kepada masa depan. Visioner berati mempunyai pendangan untuk masa depan khususnya untuk masa depan Indonesia dan hal ini sangat berkaitan dengan pencapain visi Indonesia. Visioner haruslah ada dalam jiwa kepemimpian Indonesia adalah hal yang sangat urgent agar ada kejelasan pencapain cita-cita bangsa dan visi Indonesia. Kepemimpian visioner haruslah didampingi dengan karakter bangsa Indonesia pada pemimpin tersebut. Kepemimpinan dengan karakter adalah hal yang harus ada dalam jiwa pemimpin, karena karakter akan memcerminkan pribadi dan akan mewujudkan kepemimpinan Indonesia yang sehat. Kepemimpinan Indonesia yang berkarakter dan visioner tentunya akan membawa Indonesia untuk pencapaian visi ke depan. Visi Indonesia 2030 dan mahasiswa sangatlah berhubungan. Hal ini akan dihubungkan dengan kepemimpinan yang akan dilakukan oleh mahasiswa sebagai calon pemimpin untuk menjalankan visi Indonesia 2030. Kepemimpinan yang akan dilakukan mahasiswa untuk membawa kepada visi Indonesia 2030 adalah dengan kepemimpian visi dan berkarakter. Kepemimpinan dengan model seperti ini akan berpandangan jauh dan sehat adalah kunci untuk membawa visi Indonesia 2030, dan mahasiswa yang akan menjadi pemimpin haruslah memiliki visi dan karakter. Visioner yang berpandangan jauh dan karakter yang sehat serta diolah dengan sebuah kepemimpian generasi muda intelektual melalui mahasiswa tentunya akan membawa Indonesia kepada visi 2030 dan tidak hanya 2030 tetapi untuk visi dan cita-cita Indonesia lebih jauh. TM DAFTAR PUSTAKA Covey, Stephen 8th Habit From Effectivity to YorkFree Press. Soedarsono, Diri, Karakter dan Jati Diri Sekretariat Negara RI Vol 15 51-98 Tjiharjadi, Be a Great Offest Widodo, Publishing diunduh tanggal 10 mei 2012 diunduh 10 Mei 2012 di unduh tanggal 10 mei 2012 tanggal 10 mei 2012 diunduh tanggal 10 mei 2012
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Generasi muda merupakan aset yang akan menjadi penentu maju tidaknya suatu bangsa, dan Generasi muda juga merupakan suatu harapan bagi masa depan bangsa untuk menuju lebih baik. Kita sebagai pemuda Indonesia harus memiliki karakter dan mental yang kuat untuk menegakkan dan mensejahterakan bangsa Indonesia. Karena dari pemuda lah yang dapat menentukan dampak baik atau buruk nya masa depan suatu bangsa. Peran pemuda Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sudah tidak diragukan lagi, karena sebagai pemimpin atau generasi penerus bangsa terdapat beberapa peran yang harus dimiliki. Pemuda memiliki peran sebagai pusat kemajuan suatu bangsa, dalam hal tersebut pemuda harus mempunyai keinginan dan tekad yang kuat untuk melakukan perubahan disekitar lingkungan masyarakat Indonesia. Karena Pemuda memiliki kewajiban untuk menjaga eksistensi bangsa di kancah pemuda harus memiliki karakter dan mental yang kuat. Pendidikan yang baik dapat mewujudkan generasi pemuda yang cerdas bahkan tidak hanya sebatas cerdas saja, akan tetapi dapat menghasilkan pemuda yang bertakwa kepada Allah SWT. Kecerdasan tanpa dibarengi dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT akan menjadi sia-sia, maka sudah seharunya kita sebagai pemuda Indonesia memiliki kecerdasan, keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memiliki akhlak, adab dan moral yang baik. Menjadi pintar dan cerdas saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan keimanan, ketakwaan dan akhlak yang mulia. Banyak di luar sana orang pintar dan cerdas akan tetapi tidak memiliki moral yang baik, tidak memiliki rasa simpati terhadap sesama, yang mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar. Terdapat beberapa konflik yang terjadi pada pemuda-pemuda saat ini. Hilangnya tujuan, banyak para pemuda saat ini yang hidupnya tanpa menyadari bahwa mereka hidup memiliki tujuan mulia yang harus diraih. Mereka menjalankan hidupnya tanpa adanya arah dan tujuan, hanya menjalankan apa yang membuat mereka senang dan terkadang sampai lupa dengan waktu. Hal tersebut yang membuat banyak para pemuda terjatuh ke dalam tekanan keadaan dan tuntutan kehidupan. Hilangnya kesadaran para pemuda terhadap Kewajiban yang merupakan alasan kita diciptakan, yang saat ini semakin melemah. Kita dapat melihat perilaku kehidupan kebanyakan pemuda sehari-hari yang dilakukan dengan jiwa yang kosong. Mereka mengganti kekurangan itu dengan menambah tingkat konsumtifnya, hidup boros, royal, dan bermewah-mewahan. Ditambah dengan keinginan yang besar untuk menumpuk harta dengan membeli segala barang yang pemuda-pemuda saat ini yang dihadapi oleh banyak pemuda adalah pengangguran. Pengangguran terjadi secara merata di sebagian besar negara Indonesia. Saat ini, justru pengangguran semakin bertambah dan tingkat pertumbuhan ekonomi menurun dan mencari pekerjaan dengan gaji yang layak pun semakin sulit. Lalu bagaimana cara kita menjadi pemimpin dimasa depan? Tanamkan dalam jiwa kita yaitu jiwa kepemimpinan sejak sekarang. Kita harus memiliki attitude yang tenang dan positif, seorang pemimpin akan lebih dihargai jika memiliki attitude tersebut. Hal ini disebabkan karena attitude positif yang kita punya akan membantu anggota kita lebih tenang dalam menghadapi semua masalah yang terjadi. Kita harus bisa membuka komunikasi, karena jika ingin menjadi seorang pemimpin kita harus bisa berkomunikasi dan berinteraksi terhadap anggota. Pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan anggotanya sudah pasti merupakan pemimpin yang dapat mendorong anggotanya untuk menjadi seperti dia bahkan lebih darinya. Menjadi seorang pemimpin harus bisa memberikan pandangan mengenai suatu penyelesaian masalah dan ekspetasi dari kegiatan usaha yang dilakukan oleh anggotanya. Dengan memberikan pandangan dan ekspetasi terhadap anggota, kita bisa menyamakan persepsi antara satu anggota dengan anggota yang lainnya dan bisa mendorong anggota kita untuk bekerja dengan lebih baik dan lebih keras. Seorang pemimpin juga harus bisa memberikan dan meminta feedback, karena seorang pemimpin akan selalu memberikan feedback mengenai hasil kerja dari anggota yang dimilikinya. Ketika ada anggota yang bekerja dengan baik, maka sebagai pemimpin harus memberikan feedback positif. Dan jangan lupa untuk meminta feedback dari kepemimpinan kita agar kita bisa belajar mengenai kesalahan selama menjadi dari itu, marilah sama-sama kita sebagai pemuda Indonesia tanamkan dalam jiwa kita ini dengan jiwa kepemimpinan. Dan tidak lupa kita kuatkan tekad untuk menegakkan dan mensejahterakan bangsa Indonesia. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Dok. IDN Times/Istimewa Penulis adalah Taufan Teguh Akbari, pendiri Rumah Millennials sekaligus Deputi Direktur 3 LSPR Jakarta. Penulis merupakan ahli di bidang kepemimpinan, kepemudaan, komunikasi, dan pergerakan IDN Times - Indonesia sedang dalam proses memasuki bonus demografi di 2025–2030. Jumlah penduduk Indonesia diproyeksikan terus meningkat dari 238,5 juta pada 2010 akan menjadi 305,6 juta jiwa pada 2035. Besarnya jumlah peningkatan penduduk ini berpotensi mendatangkan bonus demografi bagi bangsa demografi membuat penduduk usia produktif yang berpotensi menggerakkan ekonomi Indonesia untuk menjadi semakin banyak. Diperkirakan pada 2045, pemuda yang dalam usia produktif saat ini akan menjadi generasi emas. Mereka inilah yang saat ini sedang duduk di sekolah dasar dan mereka pula yang akan menggerakkan perekonomian Indonesia kelak di masa disiapkan dan dikawal dengan baik, maka bonus demografi dapat mengakselerasi hadirnya millennial Indonesia mandiri yang berkualitas tinggi. Sebaliknya, jika momentum ini tidak dimanfaatkan akan menjadi bencana dan petaka. Banyaknya Sumber Daya Manusia SDM produktif yang tidak berkualitas akan menimbulkan banyak masalah, mulai dari pengangguran, kemiskinan hingga tingkat kriminalitas yang ini tengah terjadi pergeseran dalam gaya kepemimpinan seiring dengan perkembangan teknologi yang mengubah pola kehidupan manusia di seluruh belahan dunia. Tidak ada batas minimum bagi pemuda mendapat amanah besar di kursi pengambil kebijakan dan pada level strategis di dalam ketidakpastian dan ketidakjelasan, Indonesia dihadapkan dengan beragamnya masalah yang makin menantang dan kompleks. Level kepemimpinan lintas sektor sudah harus berani memberikan ruang berkembang dan bertumbuh bagi calon pemimpin di perusahaan atau organisasinya. Generasi millennial yang berpotensi, perlahan sudah harus diberikan kesempatan dalam ruang formal untuk mengambil peran sebagai policy maker’.1. Konsep Leadership IDN Times/IstimewaKonsep Leadership berfokus pada keterlibatan tim, kemampuan individu, keterampilan memotivasi dan pabrikasi ide-ide super kreatif. Hal ini akan menghasilkan budaya kerja yang terbuka, transparan dan inovatif. Yang pasti, para pemimpin millennial saat ini mayoritas sudah menggunakan teknologi dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya. Seakan, teknologi sudah tidak terpisahkan lagi dalam perusahaan, organisasi, komunitas atau project’ yang mereka pimpin.Millennial leader’ yang agile berhasil mengajak organisasinya dengan cepat mengakomodasi perubahan. Dalam Global Leadership Forecast 2018, mengatakan bahwa respons yang dimiliki oleh tipe kepemimpinan digital jauh lebih cepat dibandingkan pemimpin yang gagap teknologi atau tidak mengikuti tren teknologi kalau melihat tren penggunaan internet di Indonesia yang diproyeksikan mencapai 175 juta pada tahun ini menunjukkan pentingnya dan semakin menguatnya tren digital memungkinkan organisasi saat ini untuk meningkatkan kapasitasnya dalam mengimbangi berbagai percepatan dalam dunia industri dengan penuh percepatan karena hadirnya teknologi di semua pengamatan berbagai macam sumber, terdapat lima dimensi dari kepemimpinan saat ini. Yang pertama adalah kompetisi, bagaimana pemimpin muda membaca dan merespons terhadap iklim kompetisi yang ketat dan semakin kompleks. Sikap pemimpin dalam merespons dan bereaksi dalam kompetisi sangat menentukan keberhasilan dari bisnis. Kedua, hirarki. Pemimpin mengedepankan pengambilan keputusan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh anggota organisasi dalam menentukan langkah yang dipilih. Hasil keputusan yang diambil secara egaliter akan memaksimalkan berbagai peluang dan kesempatan, hal ini karena seluruh anggota kunci dalam organisasi dilibatkan secara adalah pengembangan talenta di bidang teknologi, pemimpin memanfaatkan talenta individu agar dapat terus mengeksplorasi dan memaksimalkan penggunaan potensi guna memaksimalkan kemajuan teknologi di setiap bidang yang relevan. Pemimpin menganut paham multiperspektif. Mereka juga bersifat inklusif yang menghindari membeda-bedakan pasar, keterampilan dan keahlian. Mudahnya akses teknologi informasi yang bisa diakses dimanapun, siapapun dan kapanpun menjadikan inklusifitas menjadi sikap dan standar baru pemimpin perlu lebih banyak mengedepankan dialog berupa internalisasi visi, nilai dan budaya kerja kepada seluruh karyawan yang merupakan stakeholder internal organisasi. Generasi millennial cenderung berperilaku antusias jika tindakannya memiliki arti meaning pada Global Leadership Forecast 2018, perusahaan yang purposeful meningkat performanya menjadi 42 persen. Ini juga sejalan dengan millennial yang ingin bekerja dengan perusahaan yang punya dampak. Jika dilihat dari statistik ini, menunjukkan bahwa pemimpin harus punya kapabilitas digital yang mumpuni karena generasi sekarang semakin terkoneksi dan up to date terhadap berbagai berhasil menjadi pemimpin yang inklusif, pemimpin perlu mahir menempatkan diri sebagai coach, mentor, leader, dan kawan baik bagi anggota organisasinya. Sebagian besar milenial saat ini menyukai perusahaan yang memberikan frekuensi lebih banyak untuk pembelajaran dengan mendapatkan mentoring dan training dari pemimpin atau sosok inspiratif lainnyaKeempat, hiper-konektivitas. Kondisi ini memungkinkan kepemimpinan yang berjejaring dari level mikro hingga makro, dimana keberadaan dan pemanfaatan teknologi merupakan hal utama bagi organisasi untuk dapat mengembangkan secara masif ekonomi satu tugas utama menjadi pemimpin adalah menguasai fungsi media sosial sebagai platform jitu untuk memperkuat koneksi dan menjalin hubungan dengan orang lain. Hyper-konektivitas dalam konteks kepemimpinan berarti terhubungnya manusia, organisasi dan mesin melalui seperangkat teknologi digital. Hal ini dekat dengan salah satu pendekatan literature kepemimpinan yaitu kepemimpinan berjejaring network leadership. Dalam konsep kepemimpinan ini, membangun relasi dengan masyarakat atau multistakeholder adalah hal yang utama dan prioritas. Ketika masa kepemimpinan lalu kolaborasi tertunda karena ego dan harus dipaksakan, maka pemimpin milenial melakukan dengan sukarela dan dan berkolaborasi menjadi bahan bakar organisasi untuk terus hidup, dinamis dan berkembang. Mereka adalah millennial network leaders’ yang mampu mengalokasi dan memobilisasi sumber daya yang dimiliki untuk berkarya atau bekerja di luar batas administrasi, berinteraksi dengan orang dari berbagai latar belakang organisasi, karakter dan yang ingin saya tegaskan di sini, pemimpin wajib berperan sebagai pemimpin jejaring yang mau dan mampu membangun jaringan sebanyak, seluas dan sedalam adalah transparansi. Pemimpin mengedepankan komunikasi terbuka open dan kejujuran honest. Kepemimpinan yang baik selalu dimulai dengan komunikasi yang baik, hal ini dibangun dengan kebiasaan berkata jujur dalam berpikir dan kepemimpinan menjadikan transparansi menjadi budaya utama organisasi atau perusahaan. Pemimpin Millennial sudah terbiasa dengan ketidakpastian dan perubahan, hal ini karena sejak lahir mereka sudah dibesarkan dalam situasi dan kondisi dunia yang tidak mapan. Saat berbagai informasi mengalir deras secara global hanya dengan hitungan detik, maka transparansi tidak hanya diharapkan tetapi juga tidak bisa dihindari. 2. Peran millennial Times/IstimewaPerubahan selalu berawal dari hal yang paling kecil dan butuh proses. Terkadang, kita tidak sabar untuk meraih hasilnya sehingga menjadi tergesa-gesa dan hasilnya pun tidak maksimal. Bergeraklah pelan, namun tetap progresif. Akan ada momennya ketika kita ingin bergerak ke arah yang lebih banyak masalah, tetapi jika generasi mudanya hanya diam, permasalahan yang ada akan terus bertambah sehingga bonus demografi pun tidak termanfaatkan dengan baik. Selain itu, kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah karena mereka juga punya segudang topik yang harus Indonesia dengan luas wilayah sepanjang km, pulau dan 300 juta orang pada 10-20 tahun mendatang bukanlah suatu hal yang mustahil ketika menjalankan prinsip Pareto dalam kepemimpinan Bagaimana potensi pemimpin millennial sebesar 20 persen dapat membawa perubahan masif di lintas lini yang berdampak positif kepada 80 persen masyarakat begitu, siapapun yang ingin diberikan amanah besar sebagai pemimpin tentunya harus mampu memantaskan diri terlebih dahulu. Kapasitas, kompetensi, daya saing, jam terbang, sikap dan keterampilan menentukan tingkat kepantasan pemuda dalam menjadi pemimpin Mungkin bahasa premannya, harus tahu diri’ sebelum mengambil peran lebih jauh sebagai seorang pemimpin. Baca Juga Rektor Unhas Generasi Millennial Jangan Jadi Beban Demografi
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Allah telah menciptakan kita sebagai khalifah di muka bummi ini pemimpin. Allah tidak akan menciptakan manuasia dengan sia -sia, pasti ada suatu tujuan yang harus dicapai dan kita di muka bumi ini harus bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, bangsa dan agama. Tapi kenyataannya, kita dapat melihat bagaimana negara kita saat ini. Hampir setiap orang mementingkan ego masing-masing tanpa melihat dampaknya bagi negara kita. Maraknya korupsi, pencurian, penggunaan narkoba, sex bebas, pelanggaran HAM, dan masih banyak lagi. Mereka seakan lupa bahwa tujuan hidup mereka adalah sebagai penerus bangsa yang memiliki tanggung jawab besar terhadap bangsa. Kita sebagai generasi muda tidak boleh tinggal diam melihat kondisi negara kita seperti umum definisi daripada pemuda itu setidaknya memiliki dua definisi yang menyangkut batasan usia pemuda, sifat ataupun karakteristik pemuda, dan tujuan dari aktivitas yang pertama yaitu pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa yang akan datang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Internasional youth year yang diselenggarakan tahun 1985 mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda. Sedangkan definisi yang kedua yaitu pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural. Sedangkan menurut draft RUU kepemudaan, pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Jadi, pemuda adalah pemimpi yang akan membangun bangsa di masa yang akan datang. Merujuk pengertian pemimpin menurut Pancasila, bahwa setiap orang yang mempunya mental pemimpin adalah mereka yang mampu untuk mendorong, menuntun dan membimbing sesamanya dan lembaga yang ia pimpin. Untuk itu ketika setiap orang yang mempunyai potensi untuk memimpin namun tidak mengembangkan potensi itu maka pemimpin yang terlahir akan semakin sedikit jumlahnya dan akan berakibat pada nasib bangsa dan negara kedepannya. Dunia akan senantias berubah, pemimpin baru akan menggantikan pemimpin lama, itu akan terus berulang. Kenyataannya sekarang pemimpin-pemimpin yang lahir hanya sedikit yang mampu untuk membawa perubahan, banyak diantara mereka pemimpin yang tidak sanggup membawa kebaikan kepada lembaga yang dipimpinnnya, sebagai contoh korupsi, kolusi dan nepotisme adalah hal-hal yang umum yang dapat meruntuhkan jiwa dan mental kepimimpinan yang dimiliki oleh seorang yang sedang memimpin. Pemimin sekarang dahulu adalah pemuda, dan pemuda kini adalah pemimpin masa depan. Satu hal penting yang harus diketahui, bahwasannya seorang pemimpin masa depan tidak akan lahir dari pemuda yang tidak mempunyai tujuan hidup. Tapi, pemimpin akan lahir dari seseorang pemuda yang memiliki visi - misi dalam hidupnya, bertanggung jawab, berintegritas yang tinggi, tidak mendahulukan ego, dan lain sebagainya. Untuk itu, jiwa kepemimpinan pemuda yang mempunyai potensi perlu dipersiapkan sangat matang dari dalam diri pribadi pemuda itu sendiri. Pemuda harus memiliki mental dan pola pikir mindset yang baranggapan bahwa negeri ini harus terus diperbaiki, dikembangkan dan butuh inovasi baru. Dengan itu pemimpin-pemimpin muda akan terus dilahirkan, akan terus ada dan akan terus membuat bangsa dan negara ini semakin baik dan manjadi harapan besar bagi rakyat yang nantinya akan di pimpim dengan jiwa kepemimpinan yang dimiliki oleh apa yang telah disiapkan pemuda masa kini untuk menjadi pemimpin di masa depan? Beberapa hal yang harus di dilakukan oleh pemuda adalah dengan menyatukan persepsi tentang urgensi peran pemuda nantinya saat adanya peralihan kepemimpinan sebagai solusi atas kebutuhan dan tuntutan bangsa dan negara ke depannya. Para pemuda pun harus secepatnya mempersiapkan diri sebagai calon-calon pemimpin masa depan, karena setiap masa yang dinamis pasti selalu ada regenerasi dari generasi tua ke generasi muda. Tak sampai di situ, para pemuda sebagai calon pemimpin masa depan harus sadar akan peran mereka yang sangat besar dalam proses pembangunan bangsa dan begitu banyak peran pemuda bagi bangsa ini, bahkan bagi dunia sebagai Agent of Change. Sejarah telah mencatat, bagaiamana Sutan Syahrir berperan besar dalam sejarah kemerdakaan bangsa Indonesia. Bagaimana Mark Zukerberg, Lary Page dan Sergey Brein yang begitu memiliki peranan besar dalam merubah peradaban dunia. Atau kisah pemuda Ibrahim yang berani memberontak dan bertindak revolusioner untuk memperbaiki tatanan sistem masyarakat yang sudah rusak. Kisah Ash-habul Kahfi para pemuda penghuni gua adalah bukti nyata bahwa pemuda selalu punya peran dalam merubah kondisi suatu bangsa yang tertindas oleh kesewenang-wenangan penguasa. Selain itu, para nabi dan rasul adalah contoh teladan peran pemuda dalam merubah suatu bangsa. Seperti yang dikatakan Michael H. Hart seorang penulis Barat terkenal, dalam bukunya "The 100 a Ranking of The Most Influential Persons in History" menuliskan bahwa Nabi Muhammad sebagai pemimpin yang paling berpengaruh di ada tiga peran pemuda, yaitu sebagai agen perubahan agent of change, agen pembangunan agent of development dan agen modernisasi agen of modernization. Untuk memenuhi ketiganya, pemuda harus melakukan pembentukan karakter, pemikiran,mental, serta spiritual. Itulah bekal yang harus dimiliki pemuda untuk bisa menjadi pelopor pembangunan bangsa, untuk menjadi seorang pemimpin di masa yang akan datang. Jadi, salah satu wadah untuk membentuk karakteristik seorang pemimpin dari kalangan pemuda, pembentukan mental serta spiritual adalah dengan berorganisasi. Karena, organisasi adalah tempat berkumpulnya orang - orang yang mempunyai satu tujuan tertentu. Dalam organisasi juga diajarkan bagaimana pembentukan karakteristik, mental serta spiritual dan akan menghasilkan pribadi yang berjiwa kepemimpinan juga mampu hidup bersosialisasi dalam masyarakat. Karena nantinya akan menghadapi orang lain dengan segala sifat dan karakteristik yang berbeda dan bagaimana menyatukan segala perbedaan yang itu pada saat pemuda ada di lembaga pendidikan setingkat universitas adalah masa dimana pemuda itu belajar dan terbetuknya jiwa - jiwa kepeminpinan yang sebebasnya sebagai modal kepemimpinan yang di butuhkan bangsa kedepannya. Pada saat itu pula, pemuda mempunyai waktu terbaiknya untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki serta menenuman jati dirinya. Bukan hanya sebagai mahasiswa yang hanya memiliki kemampuan akademik saja. Namun, pemuda harus mampu dan dapat memliki pengatahuan keorganisasian dan pemahaman kepemimpinan sebagai dasar mereka dalam memimpin lembaga-lembaga besar. Kita tentu tahu perkataan Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno tentang pemuda yaitu "Berikan aku 1000 anak muda maka aku akan memindahkan gunung tapi berikan aku 10 pemuda yg cinta akan tanah air maka aku akan menguncang dunia." Maka dapat kita simpulkan bahwa pemuda lah yang dapat memberikan gebrakan baru terhadap bangsa dan negara bahkan dunia. Lihat Pendidikan Selengkapnya
pemuda sekarang pemimpin masa depan